Panja DPR Papua Barat Meninjau : Sekolah SLB, Terminal Ransiki, Ruas Jalan Tahota, Pagar Pengamanan Jalan

oleh -91 Dilihat

TELUK BINTUNI,PapuaStar.com-Pantia Kerja (Panja) DPR Provinsi Papua Barat (DPRPB) meninjau langsung sejumlah proyek Pemerintah Provinsi Papua Barat di Kabupaten Manokwari Selatan dan kabupaten Teluk Bintuni
Adapun proyek yang ditinjau terdiri atas pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Terpadu Negeri Ransiki di Kampung Wariki-Abreso dan Terminal Baru di Ransiki, Manokwari Selatan, Ruas Jalan Tahota-Isim-Umousi di perbatasan Manokwari Selatan-Teluk Bintuni, dan Pagar pengaman jalan (Guardrail) di kilometer 6, Teluk Bintuni.

Wakil Ketua Panja DPRPB Imam Muslih mengatakan, peninjauan sejumlah proyek di dua kabupaten tersebut sebagai bentuk tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 Provinsi Papua Barat.

“Panja melakukan peninjauan di sejumlah proyek yang dibiayai melalui APBD tahun anggaran 2025, provinsi Papua Barat sesuai dengan temuan BPK RI. Kami memastikan bahwa ada kegiatan di lapangan sesuai dengan temuan tersebut,” ungkap Imam, Selasa 21 Juli 2025.

Kata Imam, Panja membagi beberapa tim untuk melakukan peninjauan sejumlah proyek di beberapa kabupaten di Papua Barat. Hasil peninjauan akan dilaporan kepada pimpinan dewan pada saat rapat internal.

Dalam peninjauan di lapangan, Imam menyoroti beberapa hal di lingkungan SLB Terpadu Ransiki. Antara lain, bangunan sekolah dengan kondisi tidak terawat, kerusakan meubelair, kontruksi gedung yang belum selesai dibangun, dan kualitas pekerjaan lapangan yang tidak optimal.

“Ada sejumlah hal menonjol yang kami lihat di SLB ini. Lokasi sekolah juga relatif jauh dari permukiman warga. Bangunan sekolah ini kalau tidak terawat dengan baik akan cepat rusak, ini perlu perhatian,” ujar Politisi PKS ini.

Diketahui, SLB Terpadu ini memiliki 4 murid baru di tahun ajaran 2026, sehingga total murid 12 orang. Total pengajar sebanyak 8 orang, 4 orang tenaga kebersihan dan sekuriti.

Masih di kabupaten Manokwari Selatan, tim panja juga menyoroti kondisi terminal baru. Meski belum difungsikan, tetapi alokasi anggaran terus mengalir untuk proyek ini.

“Bangun terminal ini, harus difungsikan supaya tidak rusak. Ada baiknya juga anggaran yang ada diplot untuk meningkatkan akses jalan atau fasilitas yang menjadi priortas di dalam kota,” katanya.

Selanjutnya, ruas jalan yang menghubungkan Tahota-Isim-Umousi sepanjang lebih dari 28 kilometer. Ruas jalan ini tembus hingga ke Distrik Merdey, Teluk Bintuni.

Adapun proyek ini tercatat dalam paket perbaikan elevasi abadan jalan Tahota-Isim-Umousi tahun 2025 dengan panjang penanganan urpil 1,4 kilometer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *