SORONG, PapuaStar.com-Komisi III DPR Papua Barat bertemu dengan jajaran pemerintah Papua Barat Daya terkait aset Papua Barat ke Papua Barat daya, Mantan Ketua BEM Universitas UNIPA Papua Barat itu bahkan mengusulkan agar penerbangan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan di Teluk Bintuni dapat melalui Bandara Rendani Manokwari, bukan seluruhnya diarahkan ke Bandara DEO Sorong.
“Terkait dengan penerbangan juga ini kan kita minta kalau bisa lewat Manokwari, Papua Barat. Sehingga tidak langsung ke Sorong,” pungkasnya.
Aloysius menilai persoalan konektivitas penerbangan tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan transportasi. Menurutnya, jalur penerbangan juga memiliki kaitan langsung dengan perputaran ekonomi dan peningkatan PAD daerah.
Ia menilai aktivitas penerbangan di Bandara Rendani Manokwari saat ini belum optimal.
“Artinya itu bagian dari PAD ya, untuk meningkatkan PAD. Selama ini kan Bandara Manokwari kasihan, sunyi. Selama ini hanya sampai jam 1 siang, jam 2 sudah seperti itu,” ujarnya.
Karena itu, Komisi III DPRP Papua Barat mendorong pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait untuk mencari pola konektivitas yang mampu menghidupkan kembali aktivitas Bandara Rendani.
Bagi Komisi III, perusahaan yang beroperasi di Papua Barat tidak hanya dituntut menjalankan aktivitas bisnis, tetapi juga diharapkan ikut menggerakkan roda perekonomian daerah melalui konektivitas, aktivitas jasa, serta kontribusi terhadap PAD.
“Terutama perusahaan-perusahaan itu,” tegasnya.
Post Views: 36