Operasi SAR Hari Ke-7 di Air Terjun Memti Resmi Ditutup, Yanto Idoray Belum Ditemukan

oleh -46 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com– Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari secara resmi menutup Operasi SAR terhadap satu orang korban yang dilaporkan terjatuh dan terseret arus Sungai Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, setelah pelaksanaan pencarian selama tujuh hari.

Korban diketahui bernama Yanto Idorway, yang dilaporkan hanyut pada Sabtu, 18 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIT saat bersama dua rekannya hendak menyeberangi aliran sungai di kawasan Air Terjun Memti. Korban diduga terpeleset dan terseret arus sungai yang deras. Kedua rekannya sempat melakukan upaya pencarian secara mandiri, namun korban tidak berhasil ditemukan sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada Kantor SAR Manokwari.

Pada hari ketujuh operasi, Jumat (24/7), Tim SAR Gabungan memulai kegiatan dengan briefing pada pukul 07.30 WIT. Pencarian difokuskan pada celah-celah batu, penyisiran sepanjang aliran sungai sejauh kurang lebih 1,6 kilometer, serta pemantauan udara menggunakan drone thermal pada radius 1 hingga 2 kilometer dari lokasi kejadian. Selain itu, penyebarluasan informasi kepada masyarakat melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas di kampung-kampung sekitar aliran sungai juga dilakukan sebagai bagian dari upaya pencarian.

Tim SAR Gabungan bergerak menuju lokasi pada pukul 08.00 WIT dan tiba di area pencarian sekitar pukul 10.00 WIT untuk melaksanakan penyisiran sesuai rencana operasi. Hingga pukul 17.50 WIT, seluruh area yang menjadi fokus pencarian telah diperiksa, namun korban belum berhasil ditemukan.

Selanjutnya, pada pukul 18.15 WIT dilaksanakan evaluasi bersama antara Tim SAR Gabungan, unsur potensi SAR, dan pihak keluarga korban. Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh prosedur pencarian sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) telah dilaksanakan selama tujuh hari dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Atas dasar pertimbangan teknis dan kesepakatan bersama, Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup, dengan status korban hilang dan belum ditemukan. Namun tidak menutup kemungkinan Operasi SAR dapat dibuka kembali jika di kemudian hari ditemukan tanda-tanda yang meyakinkan terkait keberadaan korban. Kemudian seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Operasi SAR ini melibatkan personel dari Kantor SAR Manokwari, Polda Papua Barat, K9 Polda Papua Barat, Polres Pegunungan Arfak, Kodim Pegunungan Arfak, keluarga korban, TVRI, serta masyarakat setempat dengan dukungan berbagai sarana, di antaranya rescue car, kendaraan operasional TNI-Polri, ambulans, drone thermal, sepeda motor trail, peralatan komunikasi, peralatan SAR air, peralatan mountaineering, dan peralatan evakuasi.

Selama pelaksanaan operasi, tim menghadapi sejumlah kendala berupa cuaca yang cepat berubah, kabut tebal di jalur menuju lokasi, suhu yang dingin, arus sungai yang deras, serta kondisi bebatuan sungai yang besar dan licin sehingga membutuhkan kewaspadaan tinggi dalam setiap tahapan pencarian.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, instansi terkait, relawan, masyarakat, serta keluarga korban yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan selama pelaksanaan operasi pencarian,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *