Ketua Fraksi Otsus Reses Meraup Aspirasi Masyarakat Sorong Selatan

oleh -168 Dilihat

SORONG SELATAN, PapuaStar.com – Ketua Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat, George Dedaida melakukan reses ke Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel), Selasa (01/03/2022).

Reses yang dipusatkan di kampung Sayolo, Distrik Teminabuan Kabupaten Sorsel tersebut, George bertemu ratusan masyarakat, juga dihadiri oleh Bupati Kabupaten Sorsel, Wakil Ketua DPRD, Kadis Pemberdayaan Masyarakat, dan kepala Dinas perikanan.

Ketua Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat, George Dedaida menuturkan, dalam reses ini meraup banyak aspirasi dari masyarakat Sorong Selatan. Diantaranya mengenai pendidikan secara khusus tingginya melek huruf, Kesehatan terutama stunting, ekonomi kerakyatan dan infrastruktur yang belum dirasakan pembangunannya secara maksimal.

“Tak hanya itu saja, masyarakat juga meminta pemerintah memperhatikan dan memfasilitasi adanya Afirmasi S1 dan S2 khusus bagi masyarakat yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dibiayai dari dana Otsus,” terang George Dedaida kepada sejumlah wartawan, Jumat (04/03/2022).

Lebih lanjut George menjelaskan, aspirasi dari para guru juga meminta kesejahteraan mereka diperhatikan oleh pemprov Papua Barat.

“Selain itu, ekonomi kerakyatan, menurut George, ekonomi industri harus dibangun diwilayah Sorsel juga, sehingga nilai jual dari komoditi pangan lokal yang ada bisa maksimal. Hasilnya pun bisa membantu ekonomi masyarakat khususnya para petani lokal, Kiranya hal ini dapat dikolaborasikan dengan program dinas Pertanian Provinsi Papua Barat,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima dari dinas terkait kabupaten Sorsel, lebih lanjut kata George, untuk program pemberdayaan pangan lokal, 30 kelompok tani yang ada hanya diberikan lahan seluas 3 hektar oleh pemerintah provinsi.

“Padahal ada  30 kelompok petani lokal di Sorsel, artinya ada 300 orang petani yang masuk di dalamnya. Nah 3 hektar itu untuk apa, ini pelecehan apalagi ini wilayah saya, yang layak dikasih itu 30.000 hektar atau minimal 300 hektar, sehingga masyarakat tani bisa mengembangkan potensi pertanian lokal,” beber George.

Persoalan infrastruktur terkait jalan menuju wilayah produksi pertanian yang sangat memprihatinkan, kondisi jalan yang becek, berlubang, dan masih hamparan, memperlambat proses produksi. Sehingga masyarakat berharap jalan menuju tempat produksi itu direalisasikan pemerintah.

“Selanjutnya, jalan di perbatasan Kalamik Akabu hingga ke ibu kota kabupaten Sorsel, Gubernur Papua Barat telah mengalokasikan anggaran yang berstatus jalan provinsi,” kata George.

Diharapkan bisa segera dikerjakan dan bisa digunakan oleh masyarakat untuk peningkatan pembangunan jalan perbatasan. Semoga tuntas sebelum masa akhir jabatan Gubernur Papua Barat.

Ia menambahkan, aspirasi-aspirasi masyarakat tersebut akan ditindaklanjutinya, berkoordinasi dengan OPD terkait ditingkat provinsi Papua Barat, agar dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat adat di Sorong Selatan,” tandas George Dedaida.(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *