Pangkogabwilhan III Letjen TNI I Nyoman Cantiasa : Jangan Ragu Merebut Hati Rakyat

oleh -262 Dilihat

JAKARTA, PapuaStar.com – Jangan Ragu-ragu dalam melaksanakan tugas, Kalian harus merebut hati dan pikiran rakyat agar mau menjaga Keamanan dan Kedamaian serta mendukung TNI.

Demikian arahan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) kepada Satuan Tugas (Satgas) Yonif Raider 301/Prabu Kian Santang dan Satgas Yonif Raider Khusus 113/Jaya Sakti yang akan melaksanakan tugas di Provinsi Papua, di Lapangan Dermaga Mulyono Silam Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta Utara, Jumat (04/03/2022). 

Di awal pengarahannya, Pangkogabwilhan III menyampaikan bahwa sesuai kebijakan Panglima TNI, pola operasi di Papua maupun Papua Barat dilaksanakan dengan Pendekatan Teritorial melalui kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) dan Komunikasi Sosial (Komsos). 

“Untuk Tugas Satgas adalah melaksanakan tugas-tugas Kodim maupun Koramil khususnya dalam upaya membantu kesulitan rakyat, dengan tetap memperhatikan faktor keamanan Personel dan Materiil, tanpa mengabaikan kewaspadaan secara taktis sebagaimana yang telah dilatihkan,” ucap mantan Danjen Kopassus dihadapan para anggota satgas yang akan melaksanakan tugas di Provinsi Papua.

Keberadaan kalian nanti harus dapat membantu kesulitan rakyat Papua, apapun yang mereka rasakan kesulitan itu seperti  listrik dari kincir air, silahkan bantu warga setempat, tapi harus diperhitungkan rutenya akan ke mana, dan utama siapa yang memimpin. nanti siapa yang saya kontak, begitu caranya, bukan polos-polos tanpa perhitungan saja berangkat begitu saja. oh tidak bisa.

“Dikatakan, mantan Kasdam XVII Cenderawasih, jangan ragu-ragu dalam melaksanakan tugas, kamu harus dapat merebut hati dan pikiran rakyat agar mau mendukung menjaga keamanan dan kedamaian bersama kita,” terang Cantiasa.

Pangkogabwilhan III mengingatkan, bahwa Kelompok Separatis Teroris (KST) telah mengembangkan taktik bertempur, dengan mempelajari gerakan TNI selama ini, sehingga mereka semakin sering melakukan gangguan terhadap TNI/Polri, seperti menghadang, menyerang Pos atau Pos Tinjau, dan lain-lain pada saat kita lengah atau tidak disiplin, sehingga  mengakibatkan kerugian personel maupun materiil.

Diingatkan kepada seluruh anggota apa yang telah dilatihkan saat pra tugas dapat dipedomani dan dilaksanakan dengan tetap fokus pada pelaksanaan tugas operasi,” jelas mantan Pangdam XVIII Kasuari.

Taktik-taktik yang sudah dibekali di basis saat pra tugas, kalian praktekkan disana, para perwira terutama ini, bagaimana masuk daerah penyelaman, bagaimana ketika harus beristirahat, bagaimana teknik pembersihan, semua taktikmu pada saat di lapangan, di daerah operasi dan mainkan.

Kalau selama ini ujiannya di kelas, saat ini ujianmu di daerah operasi, lihat medan, kalau sekiranya posmu itu rawan, ya kamu geser, makanya Danyon nanti ya, 113 sama 301, tolong kamu evaluasi disposisi dan komposisi pos, kalau daerah itu sering ditembaki, ya kau pindah posmu,” tegas Pangkogabwilhan III.

Semua Fokus tugas, tidak bisa main-main, sebelum Kembali ke basis, jangan berpikiran yang lain-lain, jangan pingin tiap hari ini dapat sinyal, nyari-nyari sinyal, akhirnya tidak ada yang mengamankan kalian satu sama lain. Ada banyak kejadian seperti itu, saya minta seluruh anggota fokus melaksanakan tugasmu dengan baik disana.

Lebih lanjut, Pangkogabwilhan III menekankan bahwa tugas operasi merupakan kebanggaan bagi seorang prajurit TNI, karena tidak semua prajurit TNI akan mengalaminya, sehingga harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh,” ujarnya. 

I Nyoman Cantiasa mengingatkan lagi, agar seluruh anggota satgas, baik perwira, bintara dan tamtama selalu menjaga kekompakan dan kesetiaannya demi suksesnya pelaksanaan tugas operasi.

“Tugas operasi ini adalah kebanggaan, tugas operasi ini adalah harga diri dan tugas operasi ini adalah kebersihan hati, jadi tolong tingkatkan keimanan, ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, serahkan kepada yang di atas, kalian jangan takut yang namanya kematian, semuanya Tuhan yang atur, untuk itu harus baik-baik dengan rakyat, jangan menyakiti, belajar bahasa dan budaya disana,” beber Letjen Nyoman.

Cantiasa menegaskan kepada para perwira, Bintara, Tamtama, kalian harus kompak disini, anak buah, kau harus setia pada pimpinanmu, pemimpin ya para komandan harus juga setia pada anak buahmu, jangan jadi pengkhianat disana, sesama kawan harus setia jikalau temanmu sakit, ada masalah bantu, jangan biarin, itulah kesetian di Tentara Nasional Indonesia.

Setia, kita ini besar karena anak buah dan kita bisa hancur juga karena anak buah, jadi harus kompak, solid, karena kita berangkat tugas bersama-sama, pulang juga sama-sama,” pungkas Pangkogabwilhan III.

Untuk diketahui bahwa Satgas Yonif Raider 301/Prabu Kian Santang akan menggantikan Satgas Yonif Raider 613/Raja Alam di wilayah Kab. Puncak Jaya. Satgas Yonif Raider Khusus 113/Jaya Sakti akan menggantikan Satgas Yonif Mekanis 521/Dadaha Yodha di wilayah Kab. Puncak, Puncak Jaya, Paniai, Deiai, Dogiai dan Kab. Intan Jaya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Kolinlamil Laksda TNI Erwin S. Aldedharma, S.E., M.M., M.Sc., Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Darmono Susastro, Asintel Kaskogabwilhan III Brigjen TNI Erikson Naek P. Simanjuntak, Asops Kaskogabwilhan III Brigjen TNI Aditya Nindra Pasha, S.E., Aslog Kaskogabwilhan III Laksma TNI Ir. Aziz Ikhsan Bachtiar, M.Tr (Han), Aspotwil Kaskogabwilhan III Brigjen TNI Stepanus Mahury dan Askomlek Kaskogabwilhan III Marsma TNI Talawide, S.T.(rls/PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *