Pj.Gubernur Waterpauw Bingung Teluk Bintuni Penghasil Minyak dan Gas “Masuk Kategori Miskin Extreme”

oleh -495 Dilihat

MANOKWARI, PapuaStar.com – Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs.Paulus Waterpauw M.Si merasa bingung Kabupaten penghasil Sumber Daya Alam Minyak dan Gas masuk dalam kategori Miskin Extreme.

Dikatakan, Provinsi Papua Barat ada beberapa Kabupaten yang masuk dalam kategori termiskin Ekstrem dimana pendapatannya di bawah garis kemiskinan, itu yang disebut miskin ekstrem,” terang Mantan Kapolda Papua, di Arowi, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Senin (24/10/2022).

Masuk dalam golongan “Miskin Extreme” adalah Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Maybrat, tetapi  yang membuat saya bingung adalah Teluk Bintuni juga masuk dalam kategori miskin extreme.

Lebih lanjut Waterpauw menuturkan, dimana pada saat Raker Bupati/Walikota Se-Papua Barat di Kabupaten Sorong sempat berkoordinasi bersama dengan Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Kasihiw.

“Saya merasa aneh saja Kabupaten yang terdapat perusahaan besar dengan taraf  internasional dengan hasil yang begitu luar biasa tapi rakyatnya miskin,” jelas Waterpauw.

Daerah kaya raya punya potensi alam yang luar biasa yang sudah dikelolah tetapi rakyatnya miskin. Itu yang menjadi tanggung jawab kami bersama-sama dengan Pimpinan-pimpinan, Dinas, Biro, Staf Ahli dan Para Asisten untuk duduk bersama membahas hal tersebut. 

“Padahal di Kabupaten Kaimana yang justru tidak punya apa-apa malah jadi lebih baik kehidupan masyarakatnya di sana,” bebernya.

Disini apa yang salah? apakah salah mengatur atau mungkin salah urus? Atau mungkin juga masyarakatnya yang tidak mau beranjak atau tidak mau keluar dari lingkaran garis kemiskinan itu? apakah kurang peduli orang bilang atas potensi alam atau potensi yang Tuhan kasih tidak digarap dengan baik.

Tambah Pj Gubernur dimana masyarakat hanya menunggu, menunggu dan menunggu, semua proses hadirnya perusahaan dengan hak-hak yang mereka tuntut itu bisa didapat dengan baik, tidak ada masalah tapi kalau itu ada masalah, hambatan satu, dua bulan bahkan lebih akhirnya masyarakat terpuruk jadinya.

Padahal di Kabupaten Teluk Bintuni semua kekayaan alam ada baik penghasil gas, hasil laut, dan masih banyak lagi yang di miliki Kabupaten Teluk Bintuni,” tandasnya.(PS-08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *